Pada intinya
hermeneutika memiliki berbagai macam metodologi dalam perjalanannya sebagai
disiplin ilmu penafsiran, meski demikian dalam tulisan ini penulis hanya akan
fokus membahas dua macam cara kerja hermeneutis sebagaimana yang diungkapkan
oleh Mudja Raharjo yaitu hermeneutika intensional ala Hirsch dan hermeneutikan
efektual ala Gadamer.[1]
Showing posts with label Filsafat. Show all posts
Showing posts with label Filsafat. Show all posts
0 KRITIK ISLAM ATAS ETIKA BARAT
Sunday, March 20, 2016
Labels:
Filsafat
Latar Belakang
Islam
dengan segala dimensinya, memiliki ciri khas yang sekaligus menjadi pembeda
dengan yang lain. Basis nilainya yang didasarkan pada kerangka ke-Tauhid-an
menjadi spirit utama dalam ruh pergerakannya, dan itu pula yang menjadi
penyebab kenapa kemudian hingga kini islam sangat anti terhadap
pemujaan-pemujaan semu (palsu) yang mengarah pada alienasi spiritualitas dan
kehancuran moralitas (dekadensi moral).
0 ETIKA BERAGAMA, BERFAHAM, DAN BERMAZHAB DALAM ISLAM
Thursday, March 17, 2016
Labels:
Filsafat
Latar Belakang
Etika kaitannya dengan
pengertian bagaimana seharusnya manusia berbuat dan bertingkah dalam kehidupan
ini adalah satu hal yang menempati posisi
yang sangat penting, bahkan
bisa dikata bahwa jatuh bangunnya suatu tatanan kemasyarakatan
sangat bergantung pada bagaimana etika personal dan
kolektif itu ditata dan ditaati.
0 Konsepsi Tauhid Taqi Mizbah Yazdi
Wednesday, December 9, 2015
Labels:
Filsafat
Taqi
Mizbah Yazdi dalam diskurusus keilmuannya berusaha memadukan antara kekuatan
nalar dan tes-tes suci (Alquran), kedua hal ini dipadukan baik dalam kerangka
epistemik, ontologis, maupun aksiologis sehingga terasa dalam elaborasi
keilmuannya sangat kontras dengan nuansa ketahuhidan. Jika dalam
tradisi-tradisi intelektual di zaman dahulu terbagi kedalam dua kutub, yakni
antara kelompok penyokong rasionalitas murni disatu sisi dan pendukung tes-tes
suci disisi lain, maka Taqi Misbah Yazdi adalah salah satu tokoh yang
mensintesiskan keduanya.
0 Pemikiran Irfan Mula Shadra
Labels:
Filsafat
Memahami karakteristik
pemikiran Mullah Shadra bukan merupakan hal yang mudah dan sederhana, hal ini
disebabkan karena komplek dan dalamnya pemahaman beliau entah itu dibidang
filsafat, irfan, teologi, fikih dan lain-lain. Meski demikian, tetap merupakan
suatu keharusan sebagai kerangka awal dalam memahami pemikiran beliau terkait
dengan persoalan-perosalan irfan/tasawuf ialah menelaah sumber-sumber
pemikirannya.