Tiga tahun usiamu kini,
beragam tingkah unik dan lucu yang terekam menghias memori, jadi kenangan manis
bagi kami, mereka, dan dunia anak dini. Canda tawamu, genit tingkahmu, keluguan
dan kepolosanmu, membuat kami tak kuasa memendam tawa haru. Kesemuanya itu
membuat hati dan jiwa kami semakin terpaut denganmu, serasa tak ingin melepas
waktu sedikitpun bersamamu.
Genre yang berbeda saat
kau tampil dengan penuh luapan amarah, saat keinginanmu ditunda, kemauwanmu tak
dihirau, teriakan-teriakan dengan suara nyaring mencekik, memecah keheningan,
meransang nalar, naluri, dan jiwa untuk memahami maksud dan harapmu. Kau berteriak
lantang layaknya seorang demonstran, menuntut hak-hak yang sering luput dari
pantauan dan pengetahuan kami.
Diusiamu yang kian
gemar bertanya, menuntut kami untuk dapat menyederhanakan hal-hal kompleks,
namun tak jarang kau tak puas dengan sambutan itu. Kau betul-betul telah
menjadi khasanah luar biasa bagi kami, mendempak kami untuk tampil fleksibel,
melintasi batas ruang dan waktu, menyelam keduniamu dan dunia yang bakal
menyambutmu kelak.
Anakku,
Kau adalah amanah yang
sangat luar biasa. Kau dititip untuk ditempah oleh kami, sejarah, dan
lingkungan sekitarmu. Kau dihadapkan pada realitas dialektis zaman dengan aneka
warna. Jiwa dan pikiranmu terus dijajali dengan beragam lakon, dari yang
sejatinya hingga yang tak semestinya.
Buah hatiku,
Maaf kami himpun,
menjadi bait-bait penyesalan dalam setiap butiran-butiran ibah. Kau sejatinya
mewarisi pengetahuan tentang cahaya dari kami, cahaya kearifan, cahaya cinta
dan harmoni, biar kelak kau bisa tampil fleksibel pada zamanmu. Tidak terjerat
arus satu, dua, atau banyak warna; hitam, putih, kuning, hijau, merah, dll, sebab
kesemuanya hanyalah pantulan/bias-bias cahaya.
Anakku,
Kelak kau boleh ahli
pada lebih dari satu hal dalam fakultas kehidupan, tapi ingatlah dengan pesan warisan
suci adat budaya kita bahwa, kesemuanya itu tidak akan memiliki makna dan arti
apa-apa jika kau tidak bisa menampilkan tiga hal utama dalam hidupmu “macca
mattarima kasih (bersyukur), mappattabe (beradab), maddampeng (sadar diri)”.

3 comments:
Selamat Milad Nanda Fa'iq, Semoga Allah memberkahi mu.
Sepohon kayu daun nya Rimbun, Lebak bunganya serta buahnya
Walaopun hidup 1000 thn kalau tidak SHOLAT apa gunanya 2x
Na na na na na na na na na na na, tra la la la la la la la la . hm hm hm hm hm hm hm hm hm.
@Umpungeng Soppeng, thanks do'anya.
@Sudirman, betul-betul Padde. Nyanyian itu dah jadi ring tone khusus antara kita padde.
Post a Comment