SURAT IBU UNTUK ANAKNYA

Monday, February 1, 2016 Labels:


https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQMRQeWTNqMN4Ik0TppA35JVLo6KJM4oOHgGT9xShySg7ajtwHF
Anakku, sejak awal kau kurindukan hingga kutitip doa agar engkau dihadirkan.
Anakku, dengan ikhtiar engkau ku lahirkan, perih, pedih, dan sakit tiada tarah datang berganti, saat kau dititip dalam rahimku hingga kau dilahirkan.
Anakku, setelah engkau kulahirkan, tak kenal lelah aku merawat dan mengasuhmu, bahagia rasanya saat mendengar tangismu, sebab bagiku itu adalah sapaan Tuhan untukku, agar meneteskan kasih yang lebih untukmu. Bangga rasanya saat melihat engkau tersenyum dan tertawa, sebab bagiku itu adalah isyarat bahwa Tuhan ridha dengan apa yang telah kulakukan kepadamu.

Anakku, usiamu bergerak mengikuti lorong waktu, demikian pula aku. Tubuhmu merekah semakin besar dan kuat, sementara tubuhku kian melemah dan perlahan tak berdaya. 

Anakku, meski usiaku kini menjelang senja, tenagaku hampir sirna, dan napasku sebentar lagi tiada, tapi dengan tenaga yang tersisa aku menulis surat ini untukmu. Surat yang berisi tentang pengorbanan, perjuangan, dan cita seorang ibu.

Anakku, meski surga di bawa telapak kakiku, aku tetap tak rela engkau membungkuk sujud untuk itu, sebab surga hanyalah buah dari amal baikmu. Aku lebih senang melihat engkau sujud di atas sajadahmu, lalu mengirim do’a untukku, untuk keluarga, untuk setiap manusia, dan untuk jagad raya.
Anakku, kelak aku akan melangkah pergi, dan tak kembali bersamamu lagi, di sana aku mungkin melihatmu meski kau tak lagi menyaksikanku. Tapi jika masih diberi waktu, aku akan hadir disetiap tangis rindu di sujudmu.

Anakku, jika masa itu tiba, aku hanya ingin engkau tau bahwa ibu tidak pergi bersamaku, ibu akan tetap ada bersamamu, entah ibu bagi suami dan anak-anakmu atau suami bagi ibu anak-anakmu.
Anakku, maafkan kelalaian ibu karena tak mampu memberi semua hajatmu. Maafkan ibu karena tak mampu membeli setiap inginmu. Maafkan ibu karena hanya mampu melahirkan, membesarkan, mengasuh, dan memberimu tenaga dengan sederhana. Semoga itu cukup untukmu menebus setiap harapan-harapanmu.

(Refleksi atas curahan hati seorang ibu tentang anaknya)

0 comments:

Post a Comment

 
Maskur Makkasau © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone