Takjub!!!

Tuesday, September 23, 2014 Labels:

Malam ini kembali aku ditakjubkan dengan sebuah berita, tentang seorang ibu yang begitu tegar dan tulus mendampingi anaknya. Dikabarkan bahwa, seorang ibu tersebut mendapat jamuan makan malam oleh salah seorang sanak karibnya, dan tanpa berpikir panjang karena tak ingin mengecewakan, atau paling tidak demi menghargai menu yang disajikan untuknya. Ia kemudian memboyong anaknya yang berumur kurang lebih 9 bulan untuk terlibat menyaksikan (maklum belum makan nasi) malam istimewa itu. Ibu tersebut lalu mengamankan anaknya dikereta mainannya, agar tidak mengganggu kekhusyu’annya dalam menikmati rezki Tuhan yang dihidangkan dihadapannya. Sebelah tangannya (kanan) dengan taksim menikmati menu yang ada dihadapannya bersama sanak karibnya, dan sebelah tangannya lagi (kiri) ia manfaatkan untuk memegang kereta anaknya agar tetap berada disampingnya.

Yah, sebuah pelajaran sederhana yang ingin diajarkan keanaknya, tidak melalui kata, tapi dengan perbuatan/tindakan nyata, cara makan asimilatif (ala islamik dan istiadat lokalis). Memang seperti itulah cara ia selaku ibu dalam mendidik anaknya selama ini, yakni melibatkannya (sekalipun baru lewat kereta dan pangkuan) baik dalam hal diskusi ataupun saat ia mengerjakan rutinitasnya selaku ibu rumah tangga dan pengajar.
Diselah kekhusyu’an menyantap aneka makanan yang disuguhkan, tiba-tiba anaknya mengirim pesan singkat lewat sinyal vocal yang belum menampakkan lafal. Yah suara tangis anaknya memecah keheningan, bak sendok yang mendempak mangkuk, konsentrasi ibu tersebut seketika buyar. Ia kemudian bergegas menghabiskan makanan yang tersisah di piringnya, tanpa menghiraukan “cara mengunyah yang tepat” dari para ahli medis, lalau bergegas menggendong bayi mungilnya. Spontan sang bayi berhenti dari tangisnya, lalu tersenyum lirih melihat ibu yang mendekapnya.
Satu lagi pelajaran penting yang saya dapatkan di malam ini, yah lagi-lagi soal “ketakjuban” atas kasih sayang seorang ibu yang begitu tulus, hingga harus mengorbankan rasa laparnya yang belum juwa terjawab demi anaknya, tentang pengebirian atas kesehatan sendiri demi bayinya. Dari peristiwa itu ia hanya berharap satu hal, ingin menjadi ibu yang betul-betul berhikmat pada amanah Sang Khalik yang dititip kepadanya.

Makassar, 1 September 2013.

0 comments:

Post a Comment

 
Maskur Makkasau © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone