Di sudut kota yang sepi
Suara bising menjadi lengang bersama ganasnya malam
Semua mimpi dikubur dalam lelapnya tidur
Berharap esok hari mendapat anugrah yang tak
ternilai
Setelah fajar menyinsing
Para pelaku sejarah kembali bertikai
Ada alasan yang tak sampai
Bak benang kusut yang terheti dirajut
Ada harapan yang terkubur
Tergilas ombak derasnya hidup
Pejuang-pejuang yang gagah berani
Satu persatu berjatuhan atau bahkan dijatuhkan
Atas nama anugrah yang tak terniali
Segalanya dimungkinkan jadi amunisi dalam perang
Inilah lakon
hidup yang murahan
Saat dimana hidup “bergelimang” tak lagi mengenal
batas
Segalanya hampir serba jajal
Meski hanya dengan sehelai
Ulungnge, 13
Februari 2008
0 comments:
Post a Comment