0 Untukmu Ai (Part I)

Wednesday, May 11, 2016


Mampukah kau berpisah dengannya?

Demikian pertanyaan yang kuterima saat memboyong putraku ke kampung halaman, menemui sanak keluarga, lebih khusus ibu yang tubuhnya kian melemah tergilas usia tua. Ai demikian sapaan akrabku untuknya. Bukan tanpa alasan mengapa aku lebih memilih dua huruf itu, Agama Islam, Anak Indonesia, Ayah-Ibu, merupakan akronim yang berusaha aku lekatkan untuk itu. Berharap dari situ Ai kelak menjadi pribadi yang beridentitas dan berjuang untuk itu. 

2 Pencarian Identitas

Tuesday, May 10, 2016 Labels:



https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTQLdG4chcOWPWqj0mxc7AGfxdpW8MSc2OKkmW_A_0JlW8bG0bT1Q


Saat pertama kali mengenalmu, aku berdecak kagum. Dari mulut yang selalu terkepul asap, kau bercerita tentang idealisme, dengan bumbuh retoris yang memikat, kau titahkan argumen-argumen filosofis begitu indah. Kau urai banyak tokoh dengan buah pikirannya, kau ungkap proses perjuangan dan perlawanan yang mereka lalui.

0 Santai

Wednesday, April 27, 2016 Labels:


Teringat sepenggal pesan sahabat “sesulit apapun keadaan yang kita hadapi hari ini, kelak akan menjadi sebuah cerita biasa, dan bahkan guyonan”.

Siapapaun kita, apapun latar belakang kehidupan kita, pasti suatu masa pernah merasa terpuruk, atau bahkan lebih sadisnya ialah mengutuk keadaan. Kenyataan ini terjadi disaat kita merasa ada hal yang tidak sepatutnya kita dapat tapi malah itu yang hadir. Dalam bahasa "akademiknya" yah ini yang kemudian disebut problem (adanya perbedaan antara cita-cita atau harapan dengan kenyataan yang menimpa).

 
Maskur Makkasau © 2010 | Designed by My Blogger Themes | Blogger Template by Blog Zone